Balai POM di Bima mengikuti Desk Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang dilaksanakan oleh Inspektorat II Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 14 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk memastikan pelaksanaan program dan kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan serta ketentuan yang berlaku.
Desk evaluasi ini membahas beberapa aspek penting dalam pengelolaan kinerja instansi, mulai dari perencanaan kegiatan selama tahun berjalan, pelaksanaan program, hingga monitoring dan evaluasi. Pembahasan tersebut dilakukan untuk melihat kesesuaian antara rencana kerja yang telah ditetapkan dengan pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Dalam kegiatan ini, Balai POM di Bima memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan program dan kegiatan yang telah direncanakan. Selain itu, dilakukan penelaahan terhadap kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), petunjuk teknis (juknis), serta ketentuan lain yang berlaku. Hal ini penting untuk memastikan setiap kegiatan dilaksanakan secara terarah, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui desk evaluasi ini, Balai POM di Bima mendapatkan kesempatan untuk mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu ditingkatkan dalam pengelolaan kinerja. Masukan dan arahan dari Inspektorat II BPOM diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan, khususnya dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan kegiatan, serta pemantauan capaian kinerja secara berkala.
Pelaksanaan SAKIP tidak hanya berfokus pada pemenuhan dokumen administrasi, tetapi juga memastikan bahwa setiap program dan kegiatan memberikan hasil sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, perencanaan yang baik, pelaksanaan yang konsisten, dan monitoring yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian kinerja organisasi.
Melalui kegiatan ini, Balai POM di Bima berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penerapan SAKIP guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengawasan Obat dan Makanan yang optimal.